Di hari kedua, highlight kita yaitu ke Gyeongbokgung Palace dengan memakai Hanbok (baju tradisional Korea). Yeaaayy, seru banget deh ngebayangin foto-foto di Palace dengan pake Hanbok, bikin album kenangan traveling kita makin ciamik! π
Di deket Gyeongbokgung Palace ada banyak banget tempat penyewaan hanbok. Dan dari hasil gue browsing, tempat rental hanbok yang paling terkenal di sekitaran Gyeongbokgung Palace yaitu 3355 Hanbok dan OneDay Hanbok. And well, berdasarkan pertimbangan harga yang lumayan jauh bedanya, akhirnya gue memilih OneDay Hanbok. Gue beli voucher OneDay Hanbok melalui website Klook.com dengan harga Rp 169.000 / orang untuk rental hanbok selama 4 jam.
Jam 9 pagi kita berangkat dari apartemen ke OneDay Hanbok, ngaret 1 jam dari planning. Well, ini adalah kali pertama gue guide traveling ber-4 (biasanya cuma ber-2 sama suami gue), jadi gue kurang pengalaman buat 'nguprak-nguprak' orang supaya bisa on time π
Berbekal sarapan onigiri, kita langsung cus ke OneDay Hanbok (Anguk Station, exit 2, jalan sekitar 300 m lalu nyebrang ke sebrang Jae-Dong Elementary School). Begitu sampe di sana, awal-awal kita akan diukur sizenya, kemudian dipersilakan untuk memilih hanbok mana yang kita suka. Mereka juga pinjemin accessories loh seperti hiasan kepala dan tas kecil sebagai pelengkap π. Jaket kita titipin di sana, dan dia minta deposit ₩40.000 untuk 4 hanbok yang kita sewa. Setelah itu kita jalan kaki menuju ke Gyeongbokgung Palace. Dalam perjalanan menuju Gyeongbokgung, kita melewati tumpukan salju dan ini adalah pertama kalinya kita ngerasain salju secara langsung (sebelumnya baru liat salju dari dalam kereta aja π)
Sesampainya di Gyeongbokgung, get ready buat foto-foto ππ·
Oh ya, kita bisa FREE masuk ke Gyeongbokgung kalo pake hanbok. Kalo ga pake hanbok, harus bayar normal ₩3.000 per orang.
Oh ya pas order gue juga pesen nasi ke waitressnya, tapi waitressnya bilang itu sudah include nasi. Pas ayamnya dateng, gue ga sabar pingin makan tapi tungguin nasinya sampe sekitar 5-10 menitan masih ga dateng-dateng. Akhirnya gue panggil waitressnya minta dianterin nasi, dan gue bingung karena dia masukin itu sebagai additional order @₩1.000 π Oh ya, di sini nasinya pake nasi jagung loh, berasa kayak lagi di Jawa Timur π
Daaaan......pas potong Ginseng Chicken Soup-nya, barulah gue surprised ternyata nasinya ada didalem ayam toh π
Setelah perut kenyang, kita kembali ke OneDay Hanbok untuk balikin Hanbok. Karena kaki udah pegel dan kita takut telat ngebalikin hanboknya, kita mutusin untuk naik taxi dari Tosokchon Samgyetang ke OneDay Hanbok. Kalo naik kereta sebenernya cuma 1 stop, tapi jalan ke kereta dan dari kereta ke OneDay Hanbok juga lumayan jauh. Sempet galau karena ngecek pake aplikasi Uber ongkosnya ₩12.000, tapi kita YOLO berhentiin taksi warna kuning di pinggir jalan. Gue tunjukin alamat OneDay Hanbok ke supirnya, dan ternyata si supir ga ngerti juga huruf latinπAkhirnya gue tunjukin lokasinya pake Google Map dan untung dia ngerti π
Abis balikin hanbok, kita menuju ke Gwanghwamun Square sekedar buat numpang foto sama patung Sejong the Great dan Yi Sun-Shin.
Sejong the Great atau King Sejong (1397-1450) adalah raja ke-4 Joseon Dynasty, dan dia merupakan anak ke-3 dari King Taejong, raja sebelumnya. King Sejong adalah orang yang menemukan Hangeul, huruf Korea yang masih dipake sampe sekarang. Dia juga perencana militer yang udah bikin banyak regulasi militer untuk memperkuat keamanan dan mencapai banyak achievemnet. Patung King Sejong tingginya 9.5 meter dengan berat 20 tons dan terbuat dari perunggu.
Nah kalo Yi Sun-shin (1545-1598) itu adalah komandan angkatan laut Korea yang terkenal dengan kemenangannya melawan armada laut Jepang selama perang Imjin di masa Joseon Dynasty.
Setelah itu kita ke Cheonggyecheon Stream, sungai yang sempet heboh di Facebook gara-gara ada yang share foro Cheonggyecheon Stream dan bilang itu adalah sungai di Jakarta hasil kerja Ahok π
Sedikit history tentang Cheonggyeocheon Stream mengutip dari Wikipedia, Cheonggyeocheon memiliki panjang 11 km melintasi kota Seoul, pertama kali dibuat di masa Joseon Dynasty untuk sistem pengairan. Setelah Korean War (1950-1953), banyak orang migrasi ke Seoul dan tinggal di sepanjang Chenggyeocheon Stream, menjadikan sungai itu kotor dan ga enak diliat. Akhirnya sungai sempet ditutup dengan jalan layang sepanjang 5.6 km dan lebar 16 m. Di tahun 2003, jalan layang tersebut dihilangkan untuk balikin Cheonggyecheon Stream seperti sekarang ini. Titik Cheonggyecheon stream dimulai dari Cheonggye Plaza, mengalir ke Han River (Han Gang), dan berakhir ke Yellow Sea..
Sedikit history tentang Gyeongbokgung dikutip dari Wikipedia:
"The Joseon Dynasty built the "Five Grand
Palaces" in Seoul:
Changdeokgung, Changgyeonggung, Deoksugung, Gyeongbokgung & Gyeonghuigung.
The main palace, Gyeongbokgung, was the main
royal palace of the Joseon dynasty built in 1395. The
premises were once destroyed by fire during the Imjin War (Japanese Invasions,
1592-1598), and Deoksugung was made the primary royal palace
until all of the palace buildings were later restored under the leadership
of Heungseondaewongun during the reign of King Gojong (1852-1919)."
Di deket Gyeongbokgung Palace ada banyak banget tempat penyewaan hanbok. Dan dari hasil gue browsing, tempat rental hanbok yang paling terkenal di sekitaran Gyeongbokgung Palace yaitu 3355 Hanbok dan OneDay Hanbok. And well, berdasarkan pertimbangan harga yang lumayan jauh bedanya, akhirnya gue memilih OneDay Hanbok. Gue beli voucher OneDay Hanbok melalui website Klook.com dengan harga Rp 169.000 / orang untuk rental hanbok selama 4 jam.
Jam 9 pagi kita berangkat dari apartemen ke OneDay Hanbok, ngaret 1 jam dari planning. Well, ini adalah kali pertama gue guide traveling ber-4 (biasanya cuma ber-2 sama suami gue), jadi gue kurang pengalaman buat 'nguprak-nguprak' orang supaya bisa on time π
Berbekal sarapan onigiri, kita langsung cus ke OneDay Hanbok (Anguk Station, exit 2, jalan sekitar 300 m lalu nyebrang ke sebrang Jae-Dong Elementary School). Begitu sampe di sana, awal-awal kita akan diukur sizenya, kemudian dipersilakan untuk memilih hanbok mana yang kita suka. Mereka juga pinjemin accessories loh seperti hiasan kepala dan tas kecil sebagai pelengkap π. Jaket kita titipin di sana, dan dia minta deposit ₩40.000 untuk 4 hanbok yang kita sewa. Setelah itu kita jalan kaki menuju ke Gyeongbokgung Palace. Dalam perjalanan menuju Gyeongbokgung, kita melewati tumpukan salju dan ini adalah pertama kalinya kita ngerasain salju secara langsung (sebelumnya baru liat salju dari dalam kereta aja π)
Sesampainya di Gyeongbokgung, get ready buat foto-foto ππ·
Oh ya, kita bisa FREE masuk ke Gyeongbokgung kalo pake hanbok. Kalo ga pake hanbok, harus bayar normal ₩3.000 per orang.
Di sini juga gue pertama kalinya ngeliat sungai beku, gambarnya ada dibawah ini:
Dan untungnya gue masih sempet juga foto sama Palace Guard sebelum beberapa detik kemudian mereka melakukan Changing Guard Ceremony:
Selesai dari Gyeongbokgung kita jalan kaki bermodalkan GPS menuju ke restoran Tosokchon Samgyetang untuk lunch. Tosokchon Samgyetang ini adalah restoran legendaris yang terkenal dengan Ginseng Chicken Soup nya. Mereka pake ayam muda (umurnya ga lebih dari 49 hari) supaya dagingnya empuk. Gue pesen Tosokchon Samgyetang @ ₩16.000, Tosokchon Rotisserie Chicken @₩15.000, dan 1 botol Makgeoli seharga ₩3.000. Tosokchon Rotisserie Chickennya juga ga kalah enak loh guys π
Setelah perut kenyang, kita kembali ke OneDay Hanbok untuk balikin Hanbok. Karena kaki udah pegel dan kita takut telat ngebalikin hanboknya, kita mutusin untuk naik taxi dari Tosokchon Samgyetang ke OneDay Hanbok. Kalo naik kereta sebenernya cuma 1 stop, tapi jalan ke kereta dan dari kereta ke OneDay Hanbok juga lumayan jauh. Sempet galau karena ngecek pake aplikasi Uber ongkosnya ₩12.000, tapi kita YOLO berhentiin taksi warna kuning di pinggir jalan. Gue tunjukin alamat OneDay Hanbok ke supirnya, dan ternyata si supir ga ngerti juga huruf latinπAkhirnya gue tunjukin lokasinya pake Google Map dan untung dia ngerti π
Abis balikin hanbok, kita menuju ke Gwanghwamun Square sekedar buat numpang foto sama patung Sejong the Great dan Yi Sun-Shin.
Sejong the Great atau King Sejong (1397-1450) adalah raja ke-4 Joseon Dynasty, dan dia merupakan anak ke-3 dari King Taejong, raja sebelumnya. King Sejong adalah orang yang menemukan Hangeul, huruf Korea yang masih dipake sampe sekarang. Dia juga perencana militer yang udah bikin banyak regulasi militer untuk memperkuat keamanan dan mencapai banyak achievemnet. Patung King Sejong tingginya 9.5 meter dengan berat 20 tons dan terbuat dari perunggu.
Nah kalo Yi Sun-shin (1545-1598) itu adalah komandan angkatan laut Korea yang terkenal dengan kemenangannya melawan armada laut Jepang selama perang Imjin di masa Joseon Dynasty.
![]() |
| Sejong The Great |
![]() |
| Yi Sun-Shin |
Setelah itu kita ke Cheonggyecheon Stream, sungai yang sempet heboh di Facebook gara-gara ada yang share foro Cheonggyecheon Stream dan bilang itu adalah sungai di Jakarta hasil kerja Ahok π
Sedikit history tentang Cheonggyeocheon Stream mengutip dari Wikipedia, Cheonggyeocheon memiliki panjang 11 km melintasi kota Seoul, pertama kali dibuat di masa Joseon Dynasty untuk sistem pengairan. Setelah Korean War (1950-1953), banyak orang migrasi ke Seoul dan tinggal di sepanjang Chenggyeocheon Stream, menjadikan sungai itu kotor dan ga enak diliat. Akhirnya sungai sempet ditutup dengan jalan layang sepanjang 5.6 km dan lebar 16 m. Di tahun 2003, jalan layang tersebut dihilangkan untuk balikin Cheonggyecheon Stream seperti sekarang ini. Titik Cheonggyecheon stream dimulai dari Cheonggye Plaza, mengalir ke Han River (Han Gang), dan berakhir ke Yellow Sea..
Next kita menuju ke Times Square Mall buat shopping sekaligus menghangatkan diri (Yeongdeungpo Station, exit toward Lotte Department Store). Ternyata barang-barang yang dijual di Times Square cukup bagus juga harganya. Gue sempet beli jaket di sini, bukan karena harganya yang murah tapi karena gue udah kepincut aja sama modelnya π Pas suami gue bilang "liat-liat aja dulu yang lain", kepala gue langsung sakit dan dari situlah gue tau bahwa gue harus beli jaket itu π Setelah beli, ajaibnya sakit kepala gue langsung ilang hahaha π€£
Jam 10an mall tutup, akhirnya kita pulang ke apartemen. Kita dinner Born To Be Korean Fried Chicken yang udah gue coba duluan kemarin bareng sama suami gue.
Kita pesen Soy Sauce Chicken lagi seharga ₩16.000, kali ini buat berempat. Terus kita makan ayamnya pake ONIGIRI yang kita beli di minimarket GS25.
Nih gue pamerin lagi foto ayamnya... π
Jam 10an mall tutup, akhirnya kita pulang ke apartemen. Kita dinner Born To Be Korean Fried Chicken yang udah gue coba duluan kemarin bareng sama suami gue.
Kita pesen Soy Sauce Chicken lagi seharga ₩16.000, kali ini buat berempat. Terus kita makan ayamnya pake ONIGIRI yang kita beli di minimarket GS25.
Nih gue pamerin lagi foto ayamnya... π












No comments:
Post a Comment